Ada dua kategori orang yang menjengkelkan, yaitu:

  1. Orang-orang yang tidak sadar bahwa perilaku mereka menjengkelkan orang lain. Mereka memang tidak mempunyai kepekaan yang tinggi, mereka bukanlah orang yang introspektif, yang bisa cermin, yang bisa keluar dari dirinya kemudian dari luar menatap dirinya kemudian menilai perilakunya atau perbuatannya. Orang seperti ini kalau berbuat sesuatu yang menjengkelkan orang lain, dia sungguh-sungguh tidak menyadarinya. Dan orang yang mudah jengkel terhadap orang lain adalah orang yang mudah menjengkelkan orang lain pula.
  2. Orang-orang yang sebenarnya tahu bahwa dia menjengkelkan dan sengaja menjengkelkan. Orang-orang ini biasanya membutuhkan sesuatu atau meminta sesuatu dari orang lain, maka dia berulah dengan cara menjengkelkan.

Hal-hal yang memicu kejengkelan seseorang, yaitu:

  1. Kalau sesuatu tidak berjalan sesuai dengan kehendak kita.
  2. Kita mudah sekali dibuat jengkel oleh orang yang tidak peka
  3. Hal-hal yang memang jahat dan seyogianyalah kita dibuat jengkel oleh kelaliman, kejahatan, ketidakadilan, kebobrokan. Tuhan pun memanggil kita untuk bereaksi marah terhadap kejahatan atau terhadap kelaliman dalam hidup ini.

Sikap kita menghadapi orang-orang yang menjengkelkan ini adalah:

  1. Kita memfokuskan diri pada apa yang akan kita kerjakan, apa yang menjadi bagian kita, jadi kita tidak selalu fokuskan pada orang lain. Kita tetap menjaga keutuhan diri kita, integritas kita, kita tetap fokuskan pada bagian atau andil kita.
  2. Kita belajar mengkonfrontasi orang yang menjengkelkan kita. Dalam mengkonfrontasi ini kita perlu memperhatikan hal sebagai berikut:
    • Orang tersebut adalah orang yang dekat dengan kita
    • Apakah ini relasi yang penting buat kita

Konfrontasi dengan cara assertive artinya tidak kasar tapi jelas, mengungkapkan perasaan kita akibat perbuatannya dan apa yang kita harapkan dari dia sekarang.

  1. Sekali-sekali menghindar, jangan terlalu sering bersinggungan jalan dengan dia

Amsal 13:10, “Keangkuhan hanya akan menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.” Artinya rendahkanlah diri, jangan angkuh karena angkuh itu hanya akan menciptakan jurang dan perpecahan tapi hendaklah kita merendahkan diri, rela mendengarkan nasihat, sebab makin mendengarkan makin berhikmat, dan akhirnya relasi kita dengan orang pun makin dipererat.

Iklan

Diterbitkan oleh

juliaizaidah

Hye readers and site seers me this is my site that simple but can make you interested to see it. introduce my name is Julia. simple but i know why this might be a gift from the Allah SWT. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s